Wednesday, March 17, 2010

TELOGEN EFFLUVIUM (RAMBUT RONTOK)

TELOGEN EFFLUVIUM

A. Pendahuluan

Telogen effluvium adalah bentuk alopesia yang ditandai dengan kerontokan rambut secara difus yang dapat terjadi secara akut maupun kronis. Kondisi ini mengenai 35-50% rambut dan menyebabkan 300 rambut telogen rontok tiap harinya. Telogen effluvium dapat disebabkan oleh proses metabolik, stress hormonal atau karena obat. Secara umum, kondisi ini dapat sembuh sendiri dalam waktu 6 bulan.

B. Etiologi

Stress fisiologis dapat menjadi penyebab dari telogen effluvium, faktor pencetus ini antara laina :

· Penyakit akut seperti demam, infeksi. Operasi mayor, dan trauma berat.

· Penyakit kronis seperti keganasan terutama keganasan limphoprliferatif, SLE, ESRD dan penyakit liver.

· Perubahan hormone saat hamil dan presalinan, hipotiroidisme, pengehntian obatestrogen.

· Perubahan pola diet, anorexia, diet rendah protein, defisiensi besi

· Obat-obatan seperti beta blocker, antikoagulan,retinoid (vitamin A berlebihan), propliltiourasil (menyebabkan hipotiroid), carbamazepine, imunisasi

· Metal berat, selenium, magnesium, arsenic

· Dermatitis kontak alergi pada kulit kepala

· Dermatitis seboroik

C. Patofisiologi

Pertumbuhan rambut adalah sebuah siklus dan proses asynchronous. Kesehatan rambut mengalami tiga fase yang kembali terjadi dalam siklus. Pada orang dengan rambut sehat sekitar 85% dari rambut berada di anagen, 1% di catagen, dan 14% pada fase telogen pada waktu tertentu.

Selama anagen atau fase pertumbuhan, sel-sel matriks membelah dengan cepat dan bergerak ke atas bola rambut di mana mereka menjadi sel-sel rambut dan batang rambut sarungnya, yaitu medula, korteks dan kutikula.Diferensiasi akhir sel terjadi dalam zona keratinizing. Proses ini diakhiri dengan produksi keratin, komponen utama dari batang rambut, dan keratinization lengkap dari sel-sel akar rambut. Anagen fase yang berlangsung antara tiga dan delapan tahun.

Dalam fase transisi catagen atau pembagian pembentuk sel-sel rambut secara bertahap berakhir. Bohlam rambut memisahkan dari papila dermal, dan kematian sel terprogram dimulai. Folikel rambut menyusut sepertiga dari panjang sebelumnya dan bermigrasi menuju permukaan kulit kepala. Catagen fase yang berlangsung 2 sampai 3 minggu.

Rambut rontok di fase telogen atau beristirahat, baik secara aktif atau pasif seperti rambut yang baru tumbuh mendorong keluar yang lama. Sekarang folikel bergerak lebih dalam ke dermis dan di dermal papila, sampai sekarang direduksi menjadi sebuah bola sel, anagen lain fase pertumbuhan rambut baru dimulai. Pada fase telogen berlangsung selama dua sampai empat bulan.

5-15% dari rambut seseorang berada dalam fase telogen, namun pada telogen effluvium yang disebabkan oleh sres fisiologi atau perubahan hormonal, rambut yang berada dalam fase telogen lebih dari 15%, hal ini menyebabkan lebih banyak rambut yang rontok. Rontoknya rambut ini diakibatkan pendesakan rambut telogen dari folikel rambut oleh rambut baru dalam fase anagen. Durasi yang diperlukan antara fase telogen menuju fase anagen ini dioerkiranakn antara1-6 bulan (rata rata 3 bulan)

D. Epidemiologi

1. International

Kondisi ini sering terjadi namun data pasti mengenai prevalensi nya belum diketahui. Sebagian besar usia dewasa pernah mengalami kondisi ini.

2. Mortalitas/morbiditas

Mortalitas belum pernah dilaporkan, sedangkan morbiditas terbatas pada perubahan kosmetik

3. Ras

Tidak ada predileksi pada ras tertentu

4. Sex

Telogen effluvium akut dapat terjadi pada laki laki maupun perempuan, namun karena perubahan hormone post partum yang dapat menyebabkan telogen effluvium , dan karena perempuan lebih merasa terganggu oleh kerontokan rambut sampai menemui petugas kesehatan maka tercatat kondisi telogen effluvium lebih banyak terjadi pada perempuan. Telogen effluvium kronis lebih banyak dilaporkan pada permpuan usia 30-60 tahun.

5. Umur

Telogen effluvium dapat terjadi pada semua usia namun jarang ditemui pada infant.

E. Diagnosis

1. Anamnesis

Gejala dari telogen effluvium akut mapupun kronis adalah kerotokan rambut yang lebih banyak dari biasanya. Pasien biasa mengeluh rambut nya rontok dengan cepat dan banyak selain itu pasien juga biasa mengeluh rambut yang masih ada semakin menipis.

telogen effluvium akut adalah kerontokan rambut yang terjadi kurang dari 6 bulan. Pasien datang dengan keluhan tiba tiba kehilangan banyak rambut dalam waktu yang cepat. Dari anamnesis didapatkan stress metabolik maupun sres fisiologis 1-6 bulan sebelum keluhan rambut rontok muncul. Stress fisiologis yang dapat memicu trejadi nya telogen effluvium antara lain sakit demam, luka berat, perubahan pada diet, hamil dan persalinan, penggunaan obat baru, imunisasi. Dermatitis seboroik, psoriasis dan penyakit papulosquamous lain pada kulit kepala dapat menyebakan telogen effluvium.

Telogen effluvium kronis adalah kerontokan rambut yang terjadi lebih dari 6 bulan. Dengan onset yang pelan pelan sehingga sulit diketahui kapan mulainya muncul gejala. Karena kerontokan rambut yang terjadi lama biasa nya pasien mengeluh rambut menipis , berkurang ketebalannya dan umur rambut nya memendek.

2. Pemeriksaan fisik

  • Pemeriksaan fisik sama antara akut maupun kronik telogen effluvium, pada pemeriksaan fisik ditemukan rambut yang jarang/ jarak antar rambut lebar Jika kondisi sudah berlangsung lama maka dapat dibandingkan antara kondisi sekarang dengan foto lama.
  • Bergantung pada lamanya rambut rontok, pada pemeriksaan dekat ditemukan jumlah rambut baru yang muncul lebih banyak dari biasanya. Melalui pemeriksaan ini juga dapat diprediksi mulainya muncul keluhan rambut rontok, karena rata-rata rambut tumbuh 1 cm per bulan.
  • Dapat dilakukan hair pull test dan hair pluck test. Pada hair pull test ,20-30 rambut di cabut secara lembut, jika didapatkan lebih dari 4 rambut yang rontok maka diperkirakan terjadi telogen effluvium. Pada hair pluck test 20-30 rambut di cabut secara paksa menggunakan clamp kecil, hasil nya diperiksa dibawah mikroskop. Jika kurang dari 80% rambut dalam fase anagen (ujung rambut tampak seperti gel), atau lebih dari 20-25 % rambut dalam fase telogen (ujung rambut tampak selubung putih) maka diagnosis telogen effluvium dapat ditegakkan.
  • Pasien diminta mengumpulkan rambut rontok nya. Kerontokan rambut dengan jumlah 100 per hari dianggap normal. Selain itu pasien jugadiminta mengumpulkan rambut rontok nya perminggu untuk menilai peningkatan / penurunan gejala.
  • Pemeriksaan menggunakan densitometry untuk menilai ketebalan rambut dan menilai miniaturisasi rambut atau penurunan progresif dari diameter dan panjang dari hair shaft.

3. Pemeriksaan penunjang

  • Total and Free Testosterone
  • DHEA-Sulfate –precursor testosterone
  • Prolactin

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi hormone androgen penyebab kerotokan rambut, kenaikan hormone androgen dapat menyebabkan :

  1. Siklus mens tidak teratur
  2. Acne kistik atau acne berat yang dapat meninggalkan bekas luka
  3. Hirsuitism
  4. Virilizasi
  5. Infertilitas
  6. Galactorrahea –sekresi cairan susu saat tidak hamil

Test lain untuk mendeteksi penyebab telogen effluvium antaralain :

  • Tes darah rutin untuk mendeteksi anemia, defisiensi vitamin, blood loss.
  • Serum iron and iron binding capacity untuk anemia
  • T3, T4, TSH – untuk penyakit tiroid
  • ANA untuk Lupus
  • STS untuk Syphilis

F. Diagnosis Banding

Alopecia Areata, Androgenetic Alopecia, Syphilis, Trichotillomania, anagenic effluvium.

G. Terapi

  • Karena telogen effluvium aktif adalah proses reaktif yang dapat smebuh sendiri maka treatment terbatas pada pemberian pengertian pada pasien.
  • Pasien dapat diedukasi bahwa penyakit ini tidak menyebabkan botak permanen.
  • Penyebab rambut rontok yang sifat nya refersible dapat dikoreksi seperti pola diet, anemia, penggunaan obat
  • Transplantasi rambut tidak efektif
  • Diet tinggi protein, kurangi intake vitamin A jika berlebih,diet untuk meningkatkan kadarbesi dalam darah
  • Pasien dapat memakai terapi minoxidil karena terbukti bermanfaat dan efek samping nya minim. tujuan utama dari farmakoterapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan mencegah komplikasi. Obat yang digunakan adalah Minoxidil (Loniten, Rogaine) yang berfungsi merelaksasikan otot polos arteriol sehingga menyebabkan vassodilatasi sehingga mendorong tumbuhnya rambut baru. Obat ini diberikan per oral dengan dosis tidak lebih dari 100 mg per hari

Daftar Pustaka

Elizabeth CW Hughes, MD .Telogen effluvium. In: Dermatologist, Group Health Cooperative 2006. Diakses 17 maret 2010. Available at: www.emedicine. medscape.com

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 3rd edition. Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2002.

Kapita Selekta Kedokteran. Volume 2. 3rd edition. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Media Aesculapius. Jakarta. 2002.

“Fitzpatrick's Color Atlas & Synopsis of Clinical Dermatology"; Klaus Wolff, Richard Allen Johnson, Dick Suurmond; Copyright 2005, 2001, 1997, 1993 by The McGraw-Hill Companies.

No comments:

Post a Comment